PBB Buka Suara soal Karhutla dan Cuaca Panas, Blak-blakan Bilang Begini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan tahunan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta gelombang panas intensif menghambat pencapaian tujuan kualitas udara global. Karhutla kini menjadi sumber polusi udara berbahaya, terutama partikel halus (PM2.5) dan ozon, yang memicu penyakit pernapasan dan kardiovaskular. WMO menekankan kebijakan terkoordinasi diperlukan, bukan penanganan terpisah. Data 2025 menunjukkan konsentrasi PM2.5 jauh di atas rata-rata di Kanada utara, Rusia, dan Afrika barat-tengah akibat kebakaran. Gelombang panas ekstrem semakin sering di Eropa seperti Spanyol, Prancis, dan Yunani. Studi menyebutkan lonjakan asap kebakaran ekstrem tiga kali lipat sejak 1990-an, berkontribusi hampir 100.000 kematian tambahan tahunan (2010-2018).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.00
PDPI Peringatkan Bahaya Asap Partikel Halus PM2.5 Picu Radang Paru
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 10.55
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat
Detik.com · 7 September 2026 pukul 10.00
Cara Cek Kualitas Udara di HP, Waspadai Abu Krakatau dan Karhutla
Detik.com · 6 September 2026 pukul 23.59
Cegah Dampak Karhutla, Pemkot Pekanbaru Terapkan 2 Hari PJJ untuk TK-SMP
Berita terkait
Jambi Tetapkan PJJ 4 Kabupaten/Kota karena Dampak Karhutla
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 20.02
FOTO: Wajah Tak Sehat Udara Palembang Terbekab Kabut Asap Karhutla
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 16.22
FOTO: Wajah Tak Sehat Udara Palembang Terbekap Kabut Asap Karhutla
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 16.22
Waspada! Paparan Asap Karhutla Berulang Picu Risiko Kanker Paru
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 17.57