Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Cara Kerja Water Bombing, Jatuhkan 4.000 Liter Air ke Titik Api

Water bombing adalah teknik pemadaman kebakaran yang dilakukan menggunakan helikopter untuk mengangkut dan menjatuhkan air ke lokasi kebakaran. Helikopter dilengkapi dengan wadah air yang digantung di bawah badan pesawat, yang dapat diisi kembali di sumber air seperti danau, sungai, atau waduk tanpa perlu mendarat. Dalam operasi ini, pilot harus menentukan titik sasaran dan melepaskan air pada saat yang tepat, sementara angin dapat menjadi tantangan karena memengaruhi akurasi penyebaran air.

BNPB menggunakan berbagai jenis helikopter untuk operasi water bombing, termasuk MI-8AMT dengan kapasitas hingga 4.000 liter air per pengambilan. Dalam operasi karhutla di Kalimantan Selatan pada Agustus 2026, satu helikopter Super Puma melakukan 245 kali penjatuhan dengan total sekitar 980.000 liter air, sementara MI-8AMT dan Black Hawk masing-masing melakukan 57 dan 82 kali penjatuhan.

Meskipun efektif, water bombing tidak selalu menghabiskan api secara langsung. Di Teluk Bintuni, Papua Barat, kepadatan pohonan menyebabkan air yang dikeluarkan tidak selalu mencapai permukaan tanah. Oleh karena itu, teknik ini lebih efektif digunakan untuk menjangkau lokasi sulit diakses darat dan menekan titik api tertentu. BNPB menegaskan bahwa operasi udara harus dikombinasikan dengan pemadaman darat dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk hasil optimal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait