Akibat Karhutla, Udara di Kalimantan dan Sumsel Dikategorikan Tidak Sehat dan Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyatakan bahwa kualitas udara di Kalimantan dan Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap karhutla yang pekat menyebabkan udara tercemar, berpotensi membahayakan kesehatan warga. Brigjen TNI Honi Havana, Karo Humas dan Datin Kemenko Polkam, menegaskan bahwa pemerintah serius menangani karhutla dengan menggiring semua unsur untuk memadamkan api. Kebakaran juga mengurangi oksigen karena pohon yang terbakar tidak lagi menghasilkan oksigen, sekaligus melepaskan partikel berbahaya ke udara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 September 2026 pukul 19.38
Daftar Lengkap Perusahaan Dicabut Izinnya Usai Kebakaran Hutan
Detik.com · 22 September 2026 pukul 18.16
Terdampak Karhutla, KLH Sebut Kualitas Udara di Kalteng-Kalsel Berbahaya
Detik.com · 22 September 2026 pukul 18.01
209 Hektare Titik Karhutla di Kalimantan Masih Belum Padam, Ini Kendalanya
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 17.45
Prabowo Perintahkan Raja Juli Tajam ke atas, Langsung Cabut 5 Izin
Berita terkait
FOTO: Habitat Gajah Sumatra Terancam Kebakaran Hutan di Padang Sugihan
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.35
BNPB Beber Data Karhutla 6 Provinsi, Sumsel Terparah Capai 531 Hektare
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 05.55
Pemerintah Salurkan Banpres untuk Tangani Karhutla, Menhut Tekankan Transparansi
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 21.49
BNPB: Ribuan Hektare Lahan Masih Terbakar di Sejumlah Wilayah Kalimantan, Termasuk Ada yang Mengancam IKN
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.40