Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cari Kerja Kantoran Susah, Gen Z Ramai-Ramai Jadi Kuli Gaji Segini

Ledakan industri kecerdasan buatan (AI) telah menggeser pasar tenaga kerja global. Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan Amazon—dengan lebih dari 120.000 pekerja kehilangan pekerjaan tahun ini—permintaan terhadap pekerja kerah biru justru meningkat tajam. Profesi teknisi listrik menjadi incaran utama, di mana perusahaan AI di Silicon Valley membayar teknisi listrik Gen Z hingga US$280.000 per tahun (sekitar Rp5 miliar). Hal ini diungkap pembawa acara Mike Rowe dalam podcast Power Partners, berdasarkan wawancaranya dengan teknisi listrik muda di pusat data AI di Plano, Texas.

Para teknisi listrik berusia di bawah 30 tahun tersebut menghasilkan US$240.000 hingga US$280.000 per tahun, tanpa beban utang pendidikan, dan sering dibajak perusahaan lain. Lonjakan permintaan ini didorong oleh pembangunan infrastruktur AI yang masif, terutama pusat data yang menjadi tulang punggung operasional model AI. Pekerja konstruksi di proyek data center menerima premi upah sekitar 32% lebih tinggi dibandingkan proyek tradisional, mencapai sekitar US$81.800 per tahun. Pembangunan pusat data juga meningkat pesat di India, dengan investasi besar dari Google dan Meta, menjadikan sektor ini paling terbatas kapasitasnya secara global. Selain itu, pekerjaan kerah biru lain seperti tukang ledeng, mekanik, dan pemadam kebakaran tetap memiliki permintaan tinggi dan dianggap sulit digantikan oleh AI.

Berita terkait