Apa Itu Pusat Data? Ini Sejarah dan Jenisnya di Era AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1705133/original/008312700_1504951135-ilustrasi_data_center.jpg)
Pusat data adalah fasilitas khusus yang digunakan untuk menyimpan, memproses, dan mengirimkan data, dan telah menjadi bagian penting dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan Google Gemini. Awalnya muncul pada 1950-an dan 1960-an untuk menampung komputer mainframe, pusat data telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan mikroprosesor, internet, dan teknologi virtualisasi pada 1990-an hingga 2000-an. Teknologi virtualisasi memungkinkan satu perangkat fisik menjalankan banyak server virtual, meningkatkan efisiensi penggunaan perangkat keras dan mendorong pertumbuhan layanan cloud computing.
Pusat data kini tidak hanya digunakan untuk penyimpanan data, tetapi juga untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari seperti pengiriman email, transaksi kartu kredit, dan interaksi dengan chatbot AI. Telecommunications Industry Association (TIA) mengklasifikasikan pusat data ke dalam empat tingkatan (Tier) berdasarkan keandalan dan infrastruktur, mulai dari Tier 1 (tingkat dasar) hingga Tier 4 (tingkat tertinggi dengan sistem cadangan lengkap). Selain berdasarkan tingkat keandalan, pusat data juga dikelompokkan berdasarkan fungsinya, seperti pusat data telekomunikasi, pusat data internal perusahaan, pusat data kripto, dan pusat data AI yang dirancang khusus untuk melatih dan menjalankan model AI.
Meskipun permintaan akan pusat data yang mendukung AI terus meningkat, penggunaannya juga menimbulkan tantangan, terutama terkait konsumsi energi yang tinggi dan dampak negatif terhadap lingkungan. Pusat data menghasilkan kebisingan dan membutuhkan energi dalam jumlah besar, yang berpotensi meningkatkan emisi karbon. Hal ini menjadi perhatian utama seiring dengan pesatnya pembangunan pusat data dan peningkatan penggunaan teknologi AI di berbagai sektor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.10
Tak Disangka! Wamenkomdigi Sebut Lulusan Filsafat Bisa Bergaji Tinggi di Era AI
Berita terkait
Data Center Menjamur, Indonesia Tak Boleh Cuma Jadi Pasar AI
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 22.36
Begini Cara Bank Jago Memanfaatkan AI Tanpa 'Menggusur' SDM
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.02
Baru Rilis, ChatGPT Khusus Remaja Ternyata Masih Bisa Diakali
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.00
Google Kini Izinkan Pengguna Hapus Watermark Terlihat dari Konten AI
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 08.15