China Punya 'Harta Karun' Baru, Nilainya Tembus Rp 3.000 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri kecerdasan buatan (AI) di China tumbuh pesat, dengan nilai pasar mencapai lebih dari Rp 3.000 triliun (1,2 triliun yuan) pada 2025, naik 40% secara tahunan. Pertumbuhan didorong oleh lebih dari 6.600 perusahaan AI yang menyumbang 15% dari total perusahaan AI global. Ekosistem AI di China juga dinilai sudah matang, mulai dari infrastruktur dasar hingga aplikasi sektor spesifik.
Meski pertumbuhan pesat, industri AI di China masih terpusat di lima wilayah: Beijing, Guangdong, Shanghai, Zhejiang, dan Shandong. CAICT mencatat, kesiapan rantai industri dari hulu ke hilir mendukung dinamika ini, termasuk pengembangan model hingga chip AI mandiri.
Untuk mengatur dinamika industri yang semakin besar, CAICT sedang menyusun dua standar baru terkait definisi sektor AI dan kriteria perusahaan AI. Standar ini bertujuan menciptakan acuan baku untuk pengumpulan data, formulasi kebijakan, dan kepastian iklim bisnis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 18.47
Kerja Sama Teknologi Indonesia-Tiongkok Makin Erat, AI dan Transfer Teknologi Jadi Fokus
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 16.01
Mendorong Generasi Muda Adaptasi dengan Perubahan Lanskap Dunia Kerja
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 07.15
Meta Luncurkan Pocket, Bikin Gim Mini Cukup Lewat Prompt AI
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 23.30
Elon Musk Sebut Tiongkok Pesaing Terkuat AS dalam Perebutan Dominasi AI
Berita terkait
Dua Kekuatan China Bersatu, Amerika Sudah Tak Dibutuhkan
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.10
Golongan Orang China Ini Dilarang Keras ke Luar Negeri, Tak Ada Ampun
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.20
Harga Miring AI China Bikin Amerika Ketar-ketir
Detik.com · 28 September 2026 pukul 17.00
Bocah Ajaib Usia 13 Tahun Disebut Penerus Elon Musk, Ini Sosoknya
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.55