Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

China Tanam Pohon Saking Banyaknya, Satu Negara Berubah Total

Pemerintah China telah melaksanakan program penghijauan skala masif selama beberapa dekade, termasuk proyek Great Green Wall sejak 1978, Grain for Green, dan Natural Forest Protection. Program ini berhasil meningkatkan tutupan hutan nasional hingga lebih dari 25% dan menghentikan penebangan liar. Namun, studi yang diterbitkan dalam jurnal Earth's Future mengungkapkan bahwa penghijauan massif ini justru mengubah siklus air secara drastis.

Berdasarkan analisis data dari 2001 hingga 2020, para peneliti menemukan bahwa ekspansi vegetasi mengurangi ketersediaan air bersih di wilayah monsun timur dan kawasan kering barat laut, yang mencakup 74% wilayah daratan China. Lonjakan ketersediaan air justru terkonsentrasi di Dataran Tinggi Tibet akibat peningkatan evapotranspirasi. Masalahnya, evapotranspirasi justru melampaui presipitasi, sehingga sebagian besar air hilang ke atmosfer alih-alih mengisi cadangan air tanah.

Akibat pergerakan massa angin, uap air dapat dibawa ribuan kilometer dari sumbernya, memperparah ketimpangan air. Wilayah yang menampung 46% populasi dan 60% lahan produktif China hanya memiliki 20% dari total ketersediaan air. Para ahli memperingatkan bahwa kebijakan redistribusi air nasional berpotensi menemui jalan buntu karena dampak perubahan siklus hidrologi akibat penghijauan belum terduga dengan baik.

Berita terkait