Dampak AI ke Lingkungan Ternyata Lebih Mengerikan dari Perkiraan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5069750/original/020714200_1735364749-Depositphotos_206051758_S.jpg)
Penelitian terbaru menunjukkan dampak lingkungan AI jauh lebih besar dari ekspektasi awal. Selain konsumsi energi pusat data, AI memperkuat industri bahan bakar fosil untuk meningkatkan produksi minyak dan gas, memicu emisi tambahan yang 3-13 kali lebih besar daripada emisi yang dihindari melalui energi terbarukan. Contoh kooperasi antara Microsoft-Chevron dan Amazon dengan sektor fosil mengungkapkan adanya tim khusus perusahaan teknologi yang mengembangkan AI untuk optimasi produksi. Para peneliti menekankan pentingnya mengacu pada konsep 'enabled emissions' dan 'avoided emissions' serta penerapan aturan ketat untuk mengendalikan dampak iklim AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.15
ESDM Evaluasi 15 PLTU Emisi Tinggi Untuk Dipensiunkan Bertahap
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.16
ESDM Evaluasi 15 PLTU dengan Tingkat Emisi Tinggi, Bakal Pensiun Bertahap
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.52
Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 08.00
Optimalisasi Gas Suar, DSLNG Catat Penghematan Rp7,8 Miliar per Tahun
Berita terkait
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Tak Butuh Air Dalam Jumlah Besar
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 03.05
AI Haus Air, Data Center Bisa Habiskan 25,5 Juta Liter per Tahun
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 19.50
Ini Proyek Data Center AI BDx di Jatiluhur yang Disetop Anak Buah KDM
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 10.25
Data Center Beri Setiap Rumah Rp180 Juta, Ini Syaratnya
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.30