Dampak AI ke Lingkungan Ternyata Lebih Mengerikan dari Perkiraan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5069750/original/020714200_1735364749-Depositphotos_206051758_S.jpg)
Penelitian terbaru menunjukkan dampak lingkungan AI jauh lebih besar dari ekspektasi awal. Selain konsumsi energi pusat data, AI memperkuat industri bahan bakar fosil untuk meningkatkan produksi minyak dan gas, memicu emisi tambahan yang 3-13 kali lebih besar daripada emisi yang dihindari melalui energi terbarukan. Contoh kooperasi antara Microsoft-Chevron dan Amazon dengan sektor fosil mengungkapkan adanya tim khusus perusahaan teknologi yang mengembangkan AI untuk optimasi produksi. Para peneliti menekankan pentingnya mengacu pada konsep 'enabled emissions' dan 'avoided emissions' serta penerapan aturan ketat untuk mengendalikan dampak iklim AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 08.00
Optimalisasi Gas Suar, DSLNG Catat Penghematan Rp7,8 Miliar per Tahun
Berita terkait
Data Center AI di Luar Angkasa Dikritik, Ilmuwan Khawatir Dampaknya
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 15.49
Banyak Dampak Positif Jika Biogas Dikembangkan di Berbagai Pelosok Desa
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 03.24
Tanaman Liar Ini Tumbuh Subur di RI Bisa Disulap Jadi Solar dan Avtur
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 13.15
Groundbreaking TPPAS Legok Nangka Langkah Besar Mengatasi Persoalan Sampah di Jabar
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 19.45