Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan

Setiap permintaan (prompt) ke AI memicu proses komputasi berat di pusat data yang membutuhkan pendinginan intensif. Pusat data umumnya menggunakan air tawar karena air laut menimbulkan korosi dan kerak. Air yang terpakai terkontaminasi dan sulit didaur ulang, memaksa penyedotan berkelanjutan dari sumber sekitar. Penelitian Google (2025) menunjukkan satu prompt mengonsumsi 0,26 ml air, dengan total konsumsi Google mencapai 41,26 miliar liter pada 2025. OpenAI mengestimasi satu prompt ChatGPT memakan seperenam belas sendok teh (~0,3 ml), namun total konsumsi belum dibuka. Lembaga PBB (UNU) mencatat jejak air 29 ml per gambar AI dan 4,1 liter per video kompleks — setara kebutuhan minum dua hari satu orang. Secara global, pusat data diperkirakan menghabiskan 4,5 triliun liter air per tahun, cukup untuk 1,8 juta kolam renang Olimpiade atau kebutuhan domestik 600 juta warga Afrika Sub-Sahara.

Konsumsi skala ini sudah menimbulkan dampak nyata. Di Querétaro, Meksiko, kehadiran pusat data Microsoft, AWS, dan ODATA membuat warga Viborillas hanya mendapat air tiga hari seminggu. Di Middenmeer, Belanda, pusat data Microsoft mengonsumsi 84 juta liter air minum sepanjang 2021 saat negara mengalami kekeringan. Meskipun sebagian air dikembalikan ke lingkungan, volume pengambilan masif — terutama di wilayah kering — menekan sistem air permukaan dan air tanah. Pertumbuhan permintaan komputasi AI menjadikan konsumsi air tantangan infrastruktur yang harus dikelola.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait