Demo Besar-Besaran Tolak Data Center Raksasa, Warga Sudah Muak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembangunan pusat data Google senilai US$15 miliar di Kota Visakhapatnam, India, memicu protes besar-besaran dari warga dan aktivis lingkungan. Sejak beberapa minggu terakhir, ratusan warga termasuk anak-anak turun ke jalan membawa spanduk menentang proyek yang dinilai mengancam pasokan air dan suaka margasatwa Kambalakonda. Kota dengan populasi 2,5 juta jiwa ini sudah mengalami defisit air: kebutuhan 480 juta liter per hari, sedangkan pasokan hanya 410 juta liter. Pusat data dikhawatirkan akan memperburuk kondisi ini karena membutuhkan air volume besar untuk pendinginan server.
Organisasi nirlaba Green Visakha dan komunitas Jal Biradari menuduh proyek membebani waduk terdekat. Pengadilan Tinggi Andhra Pradesh meminta pemerintah merespons tuduhan tersebut, termasuk klaim jarak lokasi ke suaka margasatwa hanya 860 meter. Pemerintah membantah kekhawatiran tersebut, menyatakan jarak memenuhi syarat minimum dan protes adalah hak demokrasi warga. Google menegaskan akan mematuhi hukum, menerapkan sistem pendingin canggih untuk hemat air, serta memasang peredam suara demi kelestarian lingkungan.
Bagikan
Berita terkait
Data Center AI Haus Air, 1 MW Sedot Air Kebutuhan 1 Kota
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 08.21
Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 09.39
Google Danai Pembangkit Nuklir Georgia untuk Menambah Daya bagi Lonjakan Kebutuhan Data Center
JawaPos · 22 September 2026 pukul 11.45
Polisi Temukan 500.000 Akun Gmail Palsu Sindikat Mafia Kelas Kakap
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.20