AI Makin Banyak Dipakai, 41% Perusahaan Global Tambah Investasi Keamanan Siber
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian Kaspersky terhadap 1.800 pengambil keputusan TI di 18 negara menemukan 41% perusahaan global menambah investasi keamanan siber akibat peningkatan penggunaan AI. Di Asia Pasifik, 13% organisasi mengidentifikasi kerentanan AI sebagai ancaman utama, dengan India memimpin (20%), diikuti Malaysia (15%), Thailand dan Vietnam (13% masing-masing). Sebanyak 30% responden di Asia Pasifik khawatir penggunaan alat AI pihak ketiga oleh karyawan (shadow AI) meningkatkan risiko kebocoran data. Meski demikian, 85% perusahaan di kawasan tersebut sedang mengembangkan atau menguji AI internal berbasis LLM, dengan 60% mengizinkan penggunaan AI pihak ketiga dengan batasan seperti larangan mengunggah informasi sensitif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 14.01
OpenAI Klaim Berhasil Temukan Jawaban yang Belum Diketahui Manusia
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 08.45
RUU KKS: Negara Kuat karena Hak Konstitusional Warga Terlindungi
Berita terkait
Saat Artificial Intelligence Bergerak di Luar Kendali
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.14
Peran Manusia Tetap Krusial di Era Keamanan Siber Berbasis AI
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 23.51
Pakar Wanti-wanti Insiden AI Lepas Kendali Bakal Makin Sering
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 08.45
Adopsi AI Bikin Serangan Bot di Transaksi Digital Melonjak
Detik.com · 27 Juli 2026 pukul 14.16