Di Tempat Ini Hujan Bisa Hilang Puluhan Tahun, Sekali Turun Langsung Badai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru menemukan bahwa khatulistiwa Titan, satelit Saturnus, ternyata mengalami hujan metana setelah puluhan tahun kering. Hujan di Titan turun dalam bentuk badai dahsyat di sekitar periode ekuinoks, saat Matahari melintasi garis khatulistiwa. Dengan suhu minus 179 derajat Celsius, metana tetap cair dan membentuk awan, sungai, danau, hingga hujan. Bukti pertama hujan di khatulistiwa muncul pada September 2010 ketika Cassini mengamati perubahan warna daerah menjadi lebih gelap, dikenal sebagai Arrow Storm. Hujan bergerak dari kutub selatan ke kutub utara dalam siklus musim yang memakan waktu 29,5 tahun di Bumi, sehingga setiap wilayah bisa menunggu puluhan tahun sebelum diguyur hujan. Badai metana cukup kuat untuk membentuk lembah dan pola erosi di permukaan Titan.
Bagikan
Berita terkait
Lautan dan Danau di Bulan Terbesar Saturnus Menyimpan Banyak Keanehan
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 09.11
Fenomena Equinox Terjadi Hari Ini, Benarkah Bikin Indonesia Makin Panas?
Detik.com · 23 September 2026 pukul 08.45
Fenomena Harvest Moon Hiasi Langit Akhir Pekan Ini, Catat Tanggalnya
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 07.31
Ekuinoks 23 September 2026, Apa Itu dan Dampaknya Bagi Indonesia?
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.36