Di Tempat Ini Hujan Bisa Hilang Puluhan Tahun, Sekali Turun Langsung Badai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru menemukan bahwa khatulistiwa Titan, satelit Saturnus, ternyata mengalami hujan metana setelah puluhan tahun kering. Hujan di Titan turun dalam bentuk badai dahsyat di sekitar periode ekuinoks, saat Matahari melintasi garis khatulistiwa. Dengan suhu minus 179 derajat Celsius, metana tetap cair dan membentuk awan, sungai, danau, hingga hujan. Bukti pertama hujan di khatulistiwa muncul pada September 2010 ketika Cassini mengamati perubahan warna daerah menjadi lebih gelap, dikenal sebagai Arrow Storm. Hujan bergerak dari kutub selatan ke kutub utara dalam siklus musim yang memakan waktu 29,5 tahun di Bumi, sehingga setiap wilayah bisa menunggu puluhan tahun sebelum diguyur hujan. Badai metana cukup kuat untuk membentuk lembah dan pola erosi di permukaan Titan.
Bagikan
Berita terkait
Ada Bulan yang Seperti Bumi, Tapi Sungainya Tak Dialiri Air
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 05.43
Prakiraan Cuaca Jabodetabek 17 Agustus 2026, Kabupaten Bogor Berpotensi Hujan Ringan
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.00
Cuaca Jawa Timur 17 Agustus 2026, Siang Sejumlah Wilayah Gerimis, Kawasan Lain Cerah-Berangin
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 08.03
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 17 Agustus 2026: Cerah Berawan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 05.55