Dukung PLTS 100 GW, BRIN Perkuat Ekosistem Riset Sel Surya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat ekosistem riset terkait listrik tenaga surya untuk mendukung proyek PLTS 100 GW yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah Dye-Sensitized Solar Cells (DSSC), yang memiliki sensitivitas tinggi sehingga dapat menghasilkan listrik bahkan di dalam ruangan dengan cahaya lampu atau sinar matahari tidak langsung. Teknologi ini diharapkan meningkatkan efisiensi energi bangunan masa depan.
Untuk mendukung riset tersebut, BRIN telah menyiapkan fasilitas berskala internasional di Serpong, Tangerang Selatan, dilengkapi laboratorium pengujian fotovoltak. Fasilitas ini menjadi tulang punggung periset BRIN dalam mengembangkan dan menguji panel surya agar optimal di kondisi iklim tropis Indonesia.
Selain DSSC, BRIN juga mengembangkan teknologi Microgrid PLTS terintegrasi Energy Storage untuk menggantikan PLTD, PLTS untuk irigasi dan pertanian, serta Teknologi Virtual Power Plant (VPP). Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GW, dengan konsep setiap desa memiliki PLTS 1 Megawatt. Presiden Prabowo menyatakan Indonesia memiliki potensi energi surya besar karena sinar matahari tersedia hampir sepanjang tahun, sehingga dapat mendukung kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada BBM untuk pembangkit listrik.
Bagikan
Berita terkait
Kejar PLTS 100 GW, Prabowo Hitung Penghematan Rp73,9 Triliun per Tahun
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.20
Prabowo Targetkan Bangun 30 GW PLTS Tahun Ini, 13 GW PLTD Dipensiunkan
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.16
Prabowo Garap PLTS 100 GW: Hemat Rp 73,9 Triliun dan Suntik Mati PLTD
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.40
Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Siap-Siap PLTD Disetop!
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.26