Dukung PLTS 100 GW, BRIN Perkuat Ekosistem Riset Sel Surya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat ekosistem riset terkait listrik tenaga surya untuk mendukung proyek PLTS 100 GW yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah Dye-Sensitized Solar Cells (DSSC), yang memiliki sensitivitas tinggi sehingga dapat menghasilkan listrik bahkan di dalam ruangan dengan cahaya lampu atau sinar matahari tidak langsung. Teknologi ini diharapkan meningkatkan efisiensi energi bangunan masa depan.
Untuk mendukung riset tersebut, BRIN telah menyiapkan fasilitas berskala internasional di Serpong, Tangerang Selatan, dilengkapi laboratorium pengujian fotovoltak. Fasilitas ini menjadi tulang punggung periset BRIN dalam mengembangkan dan menguji panel surya agar optimal di kondisi iklim tropis Indonesia.
Selain DSSC, BRIN juga mengembangkan teknologi Microgrid PLTS terintegrasi Energy Storage untuk menggantikan PLTD, PLTS untuk irigasi dan pertanian, serta Teknologi Virtual Power Plant (VPP). Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GW, dengan konsep setiap desa memiliki PLTS 1 Megawatt. Presiden Prabowo menyatakan Indonesia memiliki potensi energi surya besar karena sinar matahari tersedia hampir sepanjang tahun, sehingga dapat mendukung kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada BBM untuk pembangkit listrik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.41
Bahlil Buka Tender PLTS 100 GW Tahap Pertama 30 GW Tahun Ini
Berita terkait
Pemerintah Mau Genjot PLTS, Ini yang Dibutuhkan
Detik.com · 27 September 2026 pukul 13.40
Pertamina NRE Hadirkan Energi Surya dan Air Bersih di SD Gunung Bayu Lewat Program SEB
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 14.53
Ada Proyek PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Revisi Rancangan Kelistrikan RI
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.15
Trans Mall Group Pasang PLTS 12,34 MWp di 16 Lokasi, Hemat Listrik 10%
Detik.com · 15 September 2026 pukul 12.19