Dulu Ditunggu, Kini Dihindari: Ke Mana Perginya Pesona Pramuka?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas berkurangnya minat anak-anak terhadap Pramuka. Dahulu, Pramuka dinantikan dengan kegiatan seperti perkemahan dan permainan kelompok, tetapi kini sering dianggap rutinitas. Faktor utama adalah guru yang tidak memahami atau menghargai Pramuka, sehingga mengajarkannya sekadar mengikuti jadwal tanpa makna. Pramuka sebenarnya menawarkan nilai penting untuk karakter seperti kerja sama, ketekunan, dan kepemimpinan, yang relevan di era digital. Untuk mengembalikan pesonanya, guru perlu kreatif dan hadir, menghubungkan kegiatan dengan pengalaman nyata anak agar mereka merasakan manfaatnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 07.28
Mendikdasmen Ungkap Skema Guru PPPK Paruh Waktu Jadi ASN, Simak Detailnya
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.20
Tak Terima Anak Dihukum, 3 Orang Tua Siswa Aniaya Guru di Jeneponto
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.38
Bahasa Asing Mau Diajarkan Sejak 1 SD, Komisi X DPR Sorot Ketersediaan Guru
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.38
Bahasa Asing Mau Diajarkan Sejak 1 SD, Komisi X DPR Soroti Ketersediaan Guru
Berita terkait
Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 06.21
Soal Rencana Alih Status Guru PPPK dan P3K PW jadi ASN Pusat, Pemda Sudah Menghitung Duit
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.47
Pemerintah tingkatkan literasi gizi dan keamanan pangan MBG bagi guru
ANTARA News · 12 Agustus 2026 pukul 21.24
Kota Serang Kekurangan Guru 300 Orang, Dinas Pendidikan Dapat Solusi Ini
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 14.30