Dunia Berubah, Profesi Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar tenaga kerja global mengalami lonjakan pengangguran di sektor teknologi, keuangan, dan konsultan bisnis akibat AI dan krisis ekonomi. Perusahaan seperti Meta, Nike, dan Snap memotong ribuan karyawan untuk mengalihkan anggaran ke investasi AI. Data Janco Associates mencatat pengangguran TI mencapai 3,8% pada April 2026. Para software engineer, data scientist, dan product manager yang dulu mendapat gaji tinggi kini menganggur. Tekanan makroekonomi dan AI generatif yang mampu meniru profesi white-collar menjadi penyebab utama. Kelompok pekerja berpenghasilan tinggi mengalami lifestyle inflation shock karena tabungan terhabis. Perusahaan enggan merekrut kandidat overqualified, memaksa profesional melakukan reskilling atau menurunkan ekspektasi gaji.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.25
Ada 7,2 Juta Pengangguran, Menteri UMKM: Mahasiswa Jangan Cuma Cari Kerja
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 12.45
Ada 7,2 Juta Pengangguran, Menteri UMKM Minta Mahasiswa Tak Sekadar Cari Kerja
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 07.00
AI Picu Kekhawatiran Karyawan, Ini Strategi Jitu Para Ahli
Berita terkait
Ramalan Musk Soal Dolar dan AI jadi Sorotan Tajam, AS Bakal Bangkrut?
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 16.05
"Petaka Baru Dunia" Diumumkan PBB, 67 Juta Anak Muda Bisa Kena
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 11.00
43.805 Warga RI Kena PHK, Buruh dan Pengusaha Ungkap Hal Tak Terduga
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.45
Warga Gelisah, Ancaman Pengangguran Massal Bikin Ketar-Ketir
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 07.15