Ramalan Musk Soal Dolar dan AI jadi Sorotan Tajam, AS Bakal Bangkrut?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Miliarder teknologi Elon Musk memperingatkan bahwa lonjakan produktivitas akibat kecerdasan buatan (AI) dan robotika dapat menciptakan disrupsi ekonomi masif jika tidak didampingi redistribusi daya beli. Menurutnya, jika AI meningkatkan output produksi secara drastis, pemerintah harus mendistribusikan dolar ke masyarakat agar tidak terjadi disinflasi ekstrem. Peringatannya muncul di tengah gelombang PHK massal akibat otomatisasi AI yang menembus puluhan ribu posisi per kuartal.
Musk juga mengusulkan pencetakan dolar baru untuk mendanai pendapatan dasar universal (UBI), namun usulan ini menuai kritik dari para ekonom. Mereka khawatir rencana pencetakan uang masif tersebut berisiko tinggi bagi kemakmuran negara. Salah seorang ekonom, Shankar Sanyal, menyatakan bahwa langkah semacam ini kemungkinan akan membangkrutkan pemerintah yang mencobanya.
Sementara it, utang Amerika Serikat sudah mencapai Rp713.684 triliun, sekaligus menjadi faktor yang memperparah kekhawatiran terkait keuangan negara di tengah tekanan ekonomi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 13.20
Dokumen Bocor: Oracle Bakal PHK Karyawan Gara-Gara AI
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.10
Ribuan Pekerja Jatim Terancam PHK, Renny Singgung BLK Jangan Jadi Pabrik Sertifikat
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 11.00
"Petaka Baru Dunia" Diumumkan PBB, 67 Juta Anak Muda Bisa Kena
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 20.40
Gubernur Bank Sentral Libya Mundur di Tengah Tekanan Ekonomi
Berita terkait
81 Tahun RI Merdeka, Buruh Masih Dihantui PHK dan Sulit Cari Kerja
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.45
Merdeka in the Age of Machines
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.35
Usai Pidato Prabowo, Tamsil Linrung Sebut Ekonomi Masih Punya Harapan
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.06
Meta Prediksi Perdagangan Berbasis AI Akan Tumbuh Hingga USD 5 Triliun
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.02