Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekosistem Digital Jadi Mesin Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%

Pemerintah menjadikan penguatan ekosistem digital sebagai strategi utama mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% di era Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hal ini merupakan arahan langsung Presiden untuk membangun fondasi ekonomi digital yang kuat dan bersaing global. Fokus tidak hanya pada infrastruktur, tapi juga pengembangan talenta, investasi teknologi, data center, dan keamanan siber. Tantangan terbesar adalah ketersediaan SDM, sehingga pemerintah bekerjasama dengan perguruan tinggi terkemuka India untuk membuka kampus di Indonesia guna mempercepat pencetakan talenta digital.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menguraikan enam strategi: pemerataan konektivitas, pengembangan talenta, kolaborasi lintas sektor, peningkatan investasi, penyempurnaan regulasi, dan iklim usaha sehat. Ketua Mastel Sarwoto Atmosutarno menekankan perlunya lompatan teknologi: percepatan 5G, kriptografi kuantum, satelit non-terrestrial network, dan perluasan kapasitas data center. Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menambahkan pentingnya pendekatan security by design mengingat ancaman siber mayoritas berasal dari kerentanan internal.

Strategi ini dibahas di DTI-CX 2026 bertema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat" pada 5-6 Agustus 2026 di JICC Jakarta. Acara rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 ditargetkan dihadiri 13.000+ peserta dengan ratusan pembicara dan perusahaan menampilkan inovasi AI, cloud computing, data center, keamanan siber, dan infrastruktur digital.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait