Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ilmuwan Kaget Lihat Ganasnya El Nino 2026

Ilmuwan mengamati fenomena El Nino 2026 yang berkembang dengan kecepatan dan kekuatan tak terduga. Pada awal Agustus, suhu permukaan laut Pasifik timur mencapai 2,6 derajat Celsius di atas normal, jauh melebihi ambang 2 derajat Celsius yang mengategorikannya sebagai "El Nino super". Perkembangan ini melaju lebih cepat dibanding El Nino rekor 1997/1998 yang menyebabkan kerugian triliunan dolar dan ribuan korban jiwa. NOAA telah mengonfirmasi dimulainya fase El Nino sejak Juni 2026, dan model iklim memproyeksikan puncaknya akan terjadi akhir tahun ini.

Dampak yang diproyeksikan meliputi kenaikan suhu global, gelombang panas lebih sering, gangguan pola hujan, kekeringan di wilayah tropis, dan banjir parah di tempat lain. Wilayah paling rentan mencakup Indonesia, Asia Tenggara, Australia Timur, Afrika Selatan, Amazon Utara, dan India yang akan mengalami musim kemarau lebih kering dan monsun melemah — mengancam produksi pertanian. Fenomena ini juga berpotensi memicu pemutihan karang global skala besar, mirip peristiwa 1998 yang bertepatan dengan El Nino kuat.

Perbandingan dengan 1997/1998 sulit dilakukan karena Bumi saat ini jauh lebih hangat akibat perubahan iklim. Suhu rekor 1998 akan terasa "sangat dingin" jika terjadi hari ini. Ilmuwan seperti Zeke Hausfather dari Berkeley Earth mengingatkan negara-negara tropis untuk mempersiapkan penurunan hasil panen dan dampak berantai sejak sekarang, mengakui peristiwa ini berada di "teritori yang belum terpetakan".

Diberitakan juga oleh


Berita terkait