Erupsi Gunung Krakatau Munculkan Petir Vulkanik, Fenomena Apa Itu?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG merekam gangguan geomagnetik dan petir vulkanik setelah erupsi Anak Krakatau pada 6 September 2024. Intensitas gangguan meningkat meski tidak sebesar letusan awal. Petir vulkanik terbentuk dari ionisasi akibat letusan gunung berapi, di mana suhu erupsi sekitar 1.227°C memicu pembentukan ion positif dan negatif dalam abu vulkanik. Perbedaan ukuran, berat, dan kecepatan jatuh partikel menyebabkan muatan terpisah, menghasilkan beda potensial listrik hingga 100 juta volt dan sambaran petir. Fenomena serupa terjadi di awan cumulonimbus karena proses ionisasi akibat perubahan wujud air, tetapi petir vulkanik unik karena dikarenakan aktivitas vulkanik langsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 15.04
BMKG: Paper Test Abu Vulkanik di Bandara Soetta hingga Halim Sudah Negatif
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 13.33
Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Jalur Penyeberangan Selat Sunda Aman
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 13.00
Penjelasan BMKG Sejauh Mana Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.06
Cerita Purbaya Tak Sadar Rumahnya Kena Abu Vulkanik
Berita terkait
Kenapa Penerbangan Dihentikan Saat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 18.15
Update Baru Erupsi Krakatau Senin Pagi, 6 Bandara Masih Ditutup
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 07.06
BMKG Pecahkan Misteri Dentuman Bandung, Anak Krakatau Jadi Sumber
Detik.com · 7 September 2026 pukul 07.00
Hadapi Abu Anak Krakatau, Seskab Teddy Ingatkan Warga Pakai Masker N95
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 17.31