Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Jalur Penyeberangan Selat Sunda Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memberikan dampak berarti pada jalur penyeberangan Selat Sunda. HF Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung telah diaktifkan mode pemantauan tsunami dengan probabilitas tsunami pada kategori rendah (di bawah 50 persen) per 7 September 2026 pukul 08.00 WIB. Arus permukaan laut bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 0,4–0,9 knot dan tinggi gelombang 0,3–1,2 meter. Prakiraan gelombang Selat Sunda untuk 7 hari ke depan (08–13 September 2026) berkisar 0,5–2,0 meter dengan cuaca cerah berawan. Pemantauan dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mendeteksi perubahan kondisi laut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 13.46
BMKG: Belum Ada Anomali Air Laut Usai Anak Krakatau Erupsi
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.17
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Sebut Peluang Muncul Tsunami di Bawah 40 Persen
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 06.15
Krakatau Meletus, Peneliti BRIN Ingatkan Petaka Besar Tahun 1883
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 11.33
BMKG: Sebaran Abu Anak Krakatau Sampai ke Sebagian Wilayah Jakarta
Detik.com · 6 September 2026 pukul 05.22
Erupsi Gunung Krakatau Munculkan Petir Vulkanik, Fenomena Apa Itu?
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.05
Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Bisa Sebabkan Tsunami
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.05