Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

Satelit Lampung-1 resmi diluncurkan dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, China, pada Rabu (5/8) menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites. Satelit ini menjadi satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) hiperspektral pertama dari Indonesia dan merupakan proyek kerja sama antara Pemprov Lampung dan Provinsi Shandong. Peluncuran disaksikan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal beserta delegasi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut berperan, terutama memastikan pemanfaatan data sesuai standar ilmiah, tata kelola data, dan regulasi penginderaan jauh Indonesia, termasuk keamanan dan otoritas penyimpanan data.

Satelit ini dirancang untuk memantau pertanian hingga risiko bencana di wilayah Indonesia, dengan pemanfaatan dipusatkan di Lampung. Sektor prioritas meliputi pemetaan lahan, pemantauan kondisi tanaman, identifikasi kekurangan air, deteksi dini gangguan tanaman, dan perkiraan potensi produksi; salah satu komoditas yang dieksplorasi awal adalah singkong. Data Lampung-1 juga berpotensi dikembangkan untuk pengelolaan lingkungan, pemantauan pesisir dan kelautan, mitigasi banjir dan kekeringan, pemantauan perubahan tutupan lahan, serta perencanaan pembangunan yang lebih presisi.

Dari sisi spesifikasi, Lampung-1 berbobot 300 kg, membawa 22 saluran spektral dengan rentang panjang gelombang 400-1.650 nanometer, resolusi spasial hingga 5 meter, lebar cakupan pencitraan 300 km, dan siklus kunjungan ulang global 5 hari. Satelit ini memiliki kapasitas komputasi internal 400 TOPS, memungkinkan inferensi AI dan pemrosesan citra langsung di orbit, termasuk identifikasi tanaman dan evaluasi bencana.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait