Fenomena Hujan Es Terjadi di Medan, Ini Penjelasan BMKG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hujan es di Medan, Sumatra Utara, ramai dibicarakan di media sosial setelah video fenomena ini viral. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau hujan lebat mengguyur kota Medan pada sore hari sekitar pukul 15.20 WIB, disertai angin kencang hingga 19 knot. Prakirawan BMKG Wilayah I Martha Manurung menjelaskan bahwa hujan es biasanya terjadi dari awan Cumulonimbus (Cb). Sebelum terjadinya hujan es, langit berubah gelap, angin tiba-tiba berubah arah, dan suhu udara turun drastis dari 32,6 derajat Celsius pada pukul 15.00 menjadi 26 derajat Celsius pada pukul 16.00. Hujan turun sangat deras dalam waktu singkat, sering disertai petir dan guntur. Menurut Martha, potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah ini masih tinggi akibat konvergensi, belokan angin, dan kondisi labilitas udara yang tidak stabil, terutama di pesisir timur Sumatra Utara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 22.57
Medan Dilanda Hujan Es, BMKG: Ada Awan Cumulonimbus, Suhu Udara Tiba-tiba Dingin
Berita terkait
Asap Karhutla Tersebar ke Medan dan Sekitarnya, Jarak Pandang Berkurang
kumparan · 16 September 2026 pukul 15.41
Fenomena Matahari Merah Muncul di Medan, Ini Kata BMKG
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.51
Heboh Fenomena Matahari Merah Pekat di Medan, Ini Penjelasan BMKG
Detik.com · 8 September 2026 pukul 08.39
Viral Penampakan Matahari Merah di Medan, BMKG Beri Penjelasan
kumparan · 7 September 2026 pukul 19.36