Fitur Nano Banana Ditarik dari Google Earth Imbas Konten Misinformasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Google menarik fitur pembuatan gambar Nano Banana 2 dari Google Earth pada 30 Juli setelah pengguna membagikan gambar menyesatkan yang dibuat dengan AI. Perusahaan mengatakan akan menerapkan sistem pengamanan lebih kuat. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat visual di atas citra satelit, tetapi tangkapan layar dari antarmuka Google Earth berpotensi menyebarkan informasi palsu karena layanan ini dipercaya sebagai gambaran dunia nyata.
Para ahli memperingatkan risiko pemalsuan citra satelit, yang dapat merugikan kelompok rentan. Google Earth merupakan sumber peta dasar yang banyak digunakan oleh jurnalis, penyelidik, dan masyarakat umum, sehingga penyalahgunaan fitur ini berdampak besar. Meskipun setiap gambar AI diberi tanda air SynthID dan tidak muncul di tampilan utama, kekhawatiran atas misinformasi tetap ada.
Google menekankan penanganan misinformasi dengan serius dan berupaya menambah pengamanan. Fitur sebelumnya bermanfaat untuk profesional geospasial, tetapi ditarik sementara untuk perbaikan. Keputusan ini mencerminkan pentingnya kontrol terhadap teknologi AI dalam aplikasi peta yang banyak dipercaya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 21.29
Kala Pangeran Harry dan Meghan Markle Tegur Elon Musk
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.15
Hands-on Laptop Asus Vivobook Baru, Sambil Jajan Mouse di Vending Machine
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 18.00
Fitur Baru Google Jadi Sorotan, Baru Sehari Langsung Diblokir
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 13.28
Uni Eropa Akan Bangun Pabrik Raksasa AI
Berita terkait
Fitur Baru Google Bisa Catat dan Transkrip Rapat Walau Tak Hadir
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 20.00
Google Rilis AI Gemini 3.7 Flash, Ini Kecanggihannya
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.00
Google Berubah Total, Tombol Search Lenyap Diganti Fitur Baru
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 20.20
Alibaba Qwen Salip Meta dan Google, Model AI Open-Source Tiongkok Kuasai Pengembang Global
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 00.00