Foto: Hadapi Kemarau Ekstrem, Peternak Inggris Andalkan Pertanian Regeneratif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Musim kemarau ekstrem di Inggris mendorong peternak untuk mengadopsi pertanian regeneratif. Sam Squier, peternak sapi di Inggris tenggara, berhasil menjaga padang rumput tetap hijau di lahan seluas 200 hektare meski wilayah sekitarnya mengalami kekeringan. Ia menanam campuran rumput, tumbuhan berakar dalam, dan kacang-kacang untuk meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air.
Metode yang diterapkan Squier meliputi pemindahan sapi ke area kecil secara rutin untuk merumput dan menginjak tumbuhan. Pola ini membantu membentuk lapisan pelindung tanah, sementara kotoran ternak mengembalikan nutrisi ke tanah. Akibatnya, Squier tidak perlu membeli pakan musim dingin selama delapan tahun terakhir.
Petani lain, Andy Gray, juga melaporkan manfaat serupa. Ia mencatat suhu tanah di lahan yang ditutupi tanaman semanggi mencapai 32 derajat Celsius, jauh lebih sejuk dibandingkan tanah terbuka yang mencapai 51 derajat Celsius. Pertanian regeneratif ini membantu menjaga kelembapan dan suhu tanah, menjadi solusi adaptasi perubahan iklim.
Bagikan
Berita terkait
Dunia Makin Terpanggang, Negara Ini Usulkan Rumah Baru Wajib Punya AC
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 15.30
PM Burnham Tegaskan Inggris 100 Persen Mendukung Ukraina
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 13.00
Di India, Jumhur Singgung Negara Maju yang Tak Mau Pulihkan Lingkungan
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.19
Menteri Jumhur Berharap Negara Besar Ikut Bertanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.31