Sungai Barito Kering Bak Gurun Pasir, Transportasi Sungai Hampir Lumpuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sungai Barito di Kalimantan Tengah mengalami surut ekstrem dengan ketinggian air turun 5-11,5 meter dari normal di Muara Teweh. BMKG menyebut penyebabnya kemarau panjang, rendahnya curah hujan, dan fenomena regional yang menghilangkan pasokan air hulu Pegunungan Schwaner. Akibatnya, transportasi sungai hampir lumpuh; kapal besar, tongkang batubara, minyak, dan kayu tidak bisa berlayar hanya perahu kecil seperti jukung yang masih beroperasi. Penurunan debit air juga membawa risiko dampak serius pada sektor pertambangan, perkebunan, dan ekonomi regional jika tren berlanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.49
Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
Berita terkait
Menteri PU Sebut Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 06.30
Foto: Hadapi Kemarau Ekstrem, Peternak Inggris Andalkan Pertanian Regeneratif
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 16.35
Ancaman Kebangkrutan Air, Ada 4 Miliar Orang Hadapi Krisis Air
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 19.21
Menguji kelayakan investasi pesisir
ANTARA News · 5 Oktober 2026 pukul 15.01