Sungai Barito Kering Bak Gurun Pasir, Transportasi Sungai Hampir Lumpuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sungai Barito di Kalimantan Tengah mengalami surut ekstrem dengan ketinggian air turun 5-11,5 meter dari normal di Muara Teweh. BMKG menyebut penyebabnya kemarau panjang, rendahnya curah hujan, dan fenomena regional yang menghilangkan pasokan air hulu Pegunungan Schwaner. Akibatnya, transportasi sungai hampir lumpuh; kapal besar, tongkang batubara, minyak, dan kayu tidak bisa berlayar hanya perahu kecil seperti jukung yang masih beroperasi. Penurunan debit air juga membawa risiko dampak serius pada sektor pertambangan, perkebunan, dan ekonomi regional jika tren berlanjut.
Bagikan
Berita terkait
Foto: Hadapi Kemarau Ekstrem, Peternak Inggris Andalkan Pertanian Regeneratif
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 16.35
Pemandangan Tak Biasa Kala Sungai Barito di Kalimantan Mengering
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 22.08
Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 20.50
Sungai Barito Mengering, Hamparan Tanah Muncul Bak Gurun Pasir
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.39