Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Flores 1992 Lebih Mematikan Dibandingkan 2026, Ini Alasannya

Gempa Flores 2026 (Mw 7,7) lebih rendah tsunaminya daripada 1992 (Mw 7,7-7,8). Tsunami 1992 mencapai run-up 26,2 meter di Riangkroko, menimbulkan ribuan korban jiwa, sementara 2026 hanya 1,6 meter. Perbedaan tak bertumpu pada magnitudo, melainkan lokasi sumber, mekanisme patahan, slip, kedalaman, bentuk dasar laut, dan pantai. Gempa 1992 dekat dengan pesisir menghasilkan deformasi dasar laut yang membangkitkan tsunami. Model tsunami hanya menggunakan deformasi patahan tidak mampu mereproduksi run-up ekstrem 1992, menunjukkan longsoran bawah laut sebagai faktor tambahan. Kedua gempa membuktikan sistem Flores Back-Arc Thrust tetap aktif dan berpotensi menghasilkan gempa besar serta tsunami lokal yang fatal dalam beberapa menit setelah gempa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait