Tsunami Dianggap Sepele, 18.500 Orang Meninggal Seketika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 11 Maret 2011, gempa megathrust Jepang dengan magnitudo 9 memicu tsunami raksasa mencapai 40 meter dengan kecepatan 700 km/jam. Tsunami mengurangi 18.500 orang meninggal, 10.800 hilang, dan meledakkan pembangunan Fukushima. Kesalahan peringatan dini tsunami memperkirakan ketinggian hanya 3 meter, padahal gelombang mencapai 40 meter. Warga seperti Ryo Kanouya yang berada di dekat pantai mengalami keterjatahan dalam air laut mencapai 40 meter. Keberhasilan bertahan hidup bergantung pada insting bertahan dan bantuan darurat. Tragedi menyoroti kelemahan sistem peringatan dini dan pentingnya mitigasi bencana.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 16.26
Update Korban Gempa NTT: 87 Orang Meninggal Dunia
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 14.15
Listrik NTT Pulih, DEN: Aktivitas Warga Kembali Bergerak
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 13.23
Polisi Ungkap Korban Gempa NTT: 85 Orang Meninggal Dunia, 1.048 Luka-luka
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 08.49
Gempa Susulan Flores M7,7 Capai 5.012 Kejadian, 124 Dirasakan
Berita terkait
Gempa Megathrust Picu Tsunami 40 Meter Dikira 3 Meter, 18.500 Tewas
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.05
Tsunami Dahsyat 40 Meter Dikira Cuma 3 Meter, 18.500 Tewas Seketika
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.10
Ambil Dahulu, Bayar Kemudian: Kegagalan Mitigasi Gempa Flores
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.04
Gempa M 5,8 Guncang Nias Selatan 18 Agustus, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.02