Gempa Megathrust Picu Tsunami 40 Meter Dikira 3 Meter, 18.500 Tewas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 11 Maret 2011, Jepang mengalami gempa megathrust magnitudo 9 yang memicu tsunami hingga 40 meter dengan kecepatan 700 km/jam. Bencana menewaskan 18.500 orang, membuat 10.800 orang hilang, dan melukai lebih dari 4.000 orang. Beberapa korban tewas karena kebocoran reaktor Fukushima pasca-gempa. Gempa juga menyebabkan kegagalan peringatan dini, seperti yang dialami Ryo Kanouya di Fukushima yang menerima peringatan tsunami hanya 3 meter namun ternyata jauh lebih tinggi. Kehilangan nenek Ryo menyoroti kerugian manusia dan lingkungan yang tak terhapuskan. Jepang menginvestasikan teknologi mitigasi bencana untuk mengantisipasi risiko serupa di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 06.30
Gempa Susulan di NTT Capai 4.256 Kejadian, Sebanyak 118 Dirasakan Warga
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 17.31
Gempa-Tsunami Landa NTT, Kementerian PU: Pembukaan Akses Jalan Jadi Prioritas
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.04
Ambil Dahulu, Bayar Kemudian: Kegagalan Mitigasi Gempa Flores
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.17
Gempa Susulan M5,7 Kembali Terdeteksi di Flores NTT, tak Berpotensi Tsunami
Berita terkait
Tsunami Dahsyat 40 Meter Dikira Cuma 3 Meter, 18.500 Tewas Seketika
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.10
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Beberapa Orang Luka dan Gedung Ambruk
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 16.35
Gempa Terasa Bak Truk Lewat, Bawa Tsunami Raksasa Setinggi 21 Meter
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.20
NTT Pernah Diguncang Gempa M7,8-Tsunami 25 Meter, 2.500 Orang Tewas
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 14.15