Tsunami Dahsyat 40 Meter Dikira Cuma 3 Meter, 18.500 Tewas Seketika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 11 Maret 2011, gempa megathrust berkekuatan magnitudo 9 mengguncang Jepang dan memicu tsunami dengan gelombang setinggi 40 meter yang meluluhlantakkan wilayah pesisir. Kecepatan gelombang mencapai 700 km/jam. Bencana ini menewaskan sekitar 18.500 jiwa, 10.800 orang hilang, dan lebih dari 4.000 luka-luka. Sehari setelah gempa, terjadi kebocoran reaktor nuklir Fukushima yang memaksa ribuan warga mengungsi secara permanen.
Kesalahan kalkulasi fatal terjadi saat otoritas Jepang merilis peringatan dini tsunami dengan proyeksi tinggi gelombang hanya 3 meter, jauh dari kenyataan 40 meter di lapangan. Ryo Kanouya, warga Fukushima, sempat merasa aman karena peringatan tersebut. Saat gelombang raksasa tiba, rumahnya yang berjarak satu kilometer dari pantai langsung hancur tersapu air. Ryo terseret arus dan hampir menyerah, namun selamat setelah berpegangan pada lemari kayu yang mengapung. Keluarga Ryo selamat, namun sang nenek hilang tanpa jejak dan diduga tewas tersapu tsunami.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 22.11
Gempa M5,0 di Jepara Jateng, Tak Berpotensi Tsunami
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.03
Topan Dolphin Dekati Jepang, 260.000 Orang Ngungsi-500 Penerbangan Batal
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 12.18
Gempa M 6,3 Guncang Filipina, Warga Panik Berlarian
Berita terkait
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Beberapa Orang Luka dan Gedung Ambruk
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 16.35
NTT Pernah Diguncang Gempa M7,8-Tsunami 25 Meter, 2.500 Orang Tewas
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 14.15
PLN Lakukan Pemulihan Kelistrikan Pascagempa M7.0 di Laut Flores
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.58
Update Gempa NTT: Tsunami Terdeteksi di 10 Wilayah, NTB - Sulsel
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 07.20