Gempa Terasa Bak Truk Lewat, Bawa Tsunami Raksasa Setinggi 21 Meter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dua dekade setelah tsunami Pangandaran pada 17 Juli 2006, para ahli mengingatkan ancaman bencana serupa masih nyata di selatan Jawa. Gempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Pangandaran pada pukul 15.19 WIB memicu tsunami dengan gelombang setinggi 4-8 meter, mencapai 21 meter di Nusa Kambangan. Bencana ini meluluhlantakkan 250 km garis pantai dari Jawa Barat hingga Yogyakarta, menelan 668 korban jiwa dan merusak ribuan tempat tinggal. Gempa tergolong 'tsunami earthquake' dengan patahan lambat, sehingga guncangan darat hanya 3-4 MMI atau seperti truk melintas, yang menipu warga pesisir. BMKG mengimbau evakuasi mandiri jika merasakan gempa berdurasi lama meski lemah. Sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS) kini mampu mengeluarkan peringatan dalam 3-5 menit, tetapi ahli seperti Pepen Supendi dan Harkunti Pertiwi Rahayu menyoroti kekurangan, termasuk ketangguhan pariwisata yang rendah (33,51%) dan tanda evakuasi tidak konsisten. Potensi skenario terburuk dari patahan megathrust simultan juga menjadi perhatian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.04
Ambil Dahulu, Bayar Kemudian: Kegagalan Mitigasi Gempa Flores
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.17
Gempa Susulan M5,7 Kembali Terdeteksi di Flores NTT, tak Berpotensi Tsunami
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 10.29
Sinyal Itu Menyala Lagi di Flores
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 06.16
Tim Cook Berduka atas Gempa NTT, Apple Turun Tangan Kirim Donasi
Berita terkait
Geger Senjata Pembunuh Massal AS Picu Gempa-Tsunami, Ini Kata Pakar
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.45
Presiden Prabowo Sebut Anggaran Mitigasi Bencana Harus Ditingkatkan
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 21.00
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 14.45
Gempa Megathrust Bawa Tsunami 8 Meter Lebih Sapu Pesisir Pangandaran
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 16.45