Geger Senjata Pembunuh Massal AS Picu Gempa-Tsunami, Ini Kata Pakar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fasilitas HAARP di Gakona, Alaska, dituduh bisa memicu gempa, tsunami, dan cuaca buruk. Namun ahli Daryono menjelaskan HAARP hanya menyentuh ionosfer (60-500 km), bukan inti Bumi. Gelombang radio HF menghasilkan gangguan plasma kecil. Tidak ada mekanisme fisika yang menghubungkan ionosfer dengan gempa tektonik atau erupsi vulkanik. Energi radio tidak bisa menyebar ke kerak Bumi. Status militer awalnya tidak otomatis menjadikan teknologi ini senjata bencana. Pengelola HAARP secara eksplisit menyatakan gelombangnya tidak berinteraksi dengan troposfer-stratosfer tempat cuaca berlangsung. Argumen paling kuat: tidak ada bukti ilmiah yang menyatukan HAARP dengan bencana alam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 02.30
Pemerintah Punya Tugas Bereskan Bencana, KSP Ulta Levenia Pilih Kaitkan dengan Teori Konspirasi
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 16.32
Viral Teori Konspirasi HAARP Picu Gunung Meletus Bersamaan, Ahli Geografi UGM Patahkan Teori Konspirasi Olahan Tenaga Ahli KSP
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 14.14
Bahas Penanganan Bencana Alam, Mendagri Minta NTT Segera Cairkan BTT Rp40 Miliar
JawaPos · 8 September 2026 pukul 16.10
Soal Narasi Konspirasi HAARP di Balik Erupsi Gunung Api, Pakar: Tidak Masuk Akal!
Berita terkait
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
JawaPos · 8 September 2026 pukul 05.44
Viral Pernyataan Tenaga Ahli KSP soal Antek Asing Dibalik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
JawaPos · 7 September 2026 pukul 22.45
Gempa Megathrust Picu Tsunami 40 Meter Dikira 3 Meter, 18.500 Tewas
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.05
Gempa Terasa Bak Truk Lewat, Bawa Tsunami Raksasa Setinggi 21 Meter
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.20