Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Terasa Seperti Truk Lewat Tapi Kirim Tsunami Setinggi 21 M di RI

Tepat 20 tahun setelah tsunami Pangandaran 17 Juli 2006, para ahli BMKG mengingatkan peristiwa itu sebagai tonggak penting dalam mitigasi bencana Indonesia. Gempa M7,7 yang terasa lemah seperti truk melintas (3-4 MMI) itu ternyata memicu tsunami setinggi 4-8 meter yang menyapu 250 km pantai selatan Jawa, menewaskan 668 orang. Gempa ini dikategorikan 'tsunami earthquake' karena patahan berlangsung lambat sehingga guncangan tidak signifikan meski mampu memicu gelombang besar. Di Nusa Kambangan, tsunami tercatat mencapai 21 meter yang diduga dipengaruhi longsoran bawah laut lokal selain patahan megathrust.

Tragedi ini mempercepat pembangunan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang diresmikan 2008. Saat ini BMKG mampu menyampaikan peringatan dini dalam 3-5 menit. Namun ahli mengingatkan ancaman serupa masih ada karena ada dua segmen megathrust di selatan Jawa yang berpotensi patahan bersamaan. Selain itu, ketangguhan industri pariwisata Pangandaran masih rendah, hanya 33,51%, dan rambu evakuasi tsunami di lapangan masih beragam sehingga perlu distandardisasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait