Gerakan Penolakan Data Center Meluas, Muncul di Seluruh Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penolakan pembangunan data center sedang meluas secara global, mulai dari Amerika Serikat hingga Eropa dan Asia, menjadi risiko baru bagi investasi infrastruktur keceratan buatan (AI). Di Eropa, lebih dari US$42 miliar investasi data center terdampak penundaan atau pembatalan akibat penolakan publik, sementara di AS, nilainya mencapai sekitar US$77 miliar. Penolakan ini dipicu oleh kekhawatiran konsumsi listrik dan air, harga energi tinggi, kebutuhan lahan besar, dan ketidakpastian manfaat ekonomi serta lapangan kerja.
Di Eropa, lebih dari 70 proyek data center ditolak atau dibatasi antara Januari hingga April 2026, melampaui jumlah penolakan sepanjang 2025. Beberapa negara seperti Skotlandia, Denmark, dan Spanyol mulai memperketat aturan terkait pembangunan data center, termasuk penempatan proyek dalam antrean listrik dan kewajiban penggunaan energi terbarukan.
Di Korea Selatan, warga di distrik Geumcheon, Seoul, meminta penghentian pembangunan data center di dekat permukiran, bahkan dengan rencana pemerintah menjadikan data center AI sebagai proyek investasi utama. Para ahli mengatakan penolakan ini dapat menjadi titik kritis bagi industri, sementara para investor menilai kemampuan masyarakat menggagalkan proyek senilai US$10 miliar sebagai risiko besar bagi investasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 11.32
Airlangga Buka-bukaan 3 Syarat RI Jadi Markas Data Center AI
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 07.20
Rhenald Kasali Wanti-wanti Dedi Mulyadi, Ada Risiko Besar di Balik Proyek Data Center Jatiluhur
Berita terkait
Investasi AI Terus Diguyur, Data Center Harus Cetak Pendapatan Rp94.000 Triliun Supaya Gak Tekor
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.40
Data Center AI Butuh 400 Liter Air Per Detik, PDAM: Tak Kuras Waduk Jatiluhur
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 18.19
TelkomGroup bersama Danantara Perkuat Infrastruktur Data Center Nasional untuk Sovereign AI Indonesia
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.16
Listrik Andal Topang Daya Saing dan Iklim Investasi Jabar
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 22.40