Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Gerakan Penolakan Data Center Meluas, Muncul di Seluruh Dunia

Penolakan pembangunan data center sedang meluas secara global, mulai dari Amerika Serikat hingga Eropa dan Asia, menjadi risiko baru bagi investasi infrastruktur keceratan buatan (AI). Di Eropa, lebih dari US$42 miliar investasi data center terdampak penundaan atau pembatalan akibat penolakan publik, sementara di AS, nilainya mencapai sekitar US$77 miliar. Penolakan ini dipicu oleh kekhawatiran konsumsi listrik dan air, harga energi tinggi, kebutuhan lahan besar, dan ketidakpastian manfaat ekonomi serta lapangan kerja.

Di Eropa, lebih dari 70 proyek data center ditolak atau dibatasi antara Januari hingga April 2026, melampaui jumlah penolakan sepanjang 2025. Beberapa negara seperti Skotlandia, Denmark, dan Spanyol mulai memperketat aturan terkait pembangunan data center, termasuk penempatan proyek dalam antrean listrik dan kewajiban penggunaan energi terbarukan.

Di Korea Selatan, warga di distrik Geumcheon, Seoul, meminta penghentian pembangunan data center di dekat permukiran, bahkan dengan rencana pemerintah menjadikan data center AI sebagai proyek investasi utama. Para ahli mengatakan penolakan ini dapat menjadi titik kritis bagi industri, sementara para investor menilai kemampuan masyarakat menggagalkan proyek senilai US$10 miliar sebagai risiko besar bagi investasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait