Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Hujan Abu Krakatau, Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan hujan abu vulkanik yang tersebar hingga wilayah Provinsi Lampung, Jakarta, dan sejumlah daerah lainnya. Abu vulkanik terbawa angin dan menempel di permukaan, mengganggu aktivitas warga. Menurut Volcano World, jarak penyebaran abu bergantung pada besar letusan dan ukuran material vulkanik. Material yang lebih halus dan berukuran kecil dapat terbang jauh lebih jauh dibandingkan partikel besar.

Abu vulkanik adalah campuran partikel batuan, mineral, dan kaca dengan diameter kurang dari dua milimeter. Karena ukuran dan massa jenisnya yang rendah, partikel ini mudah terbawa angin dalam kolom abu pekat di atas gunung berapi. Saat terbang, abu membentuk semburan atau kepulan yang kemudian jatuh ke tanah dan membentuk lapisan debu.

Berdasarkan buku 'Krakatau 1883: The volcanic eruption and its effects' karya Tom Simkin dan Richard Fiske, letusan dahsyat tahun 1883 menyebarkan abu hingga ribuan kilometer. Hujan abu turun di Singapura (840 km), Kepulaia Cocos/Keeling (1.155 km), dan kapal hingga 6.076 km di barat laut. Partikel halus mencapai stratosfer (50 km) dan mengelilingi garis khatulistiwa dalam 13 hari. Tiga bulan setelah erupsi, fenomena pendar matahari terbenam merah terlihat hingga tiga tahun. Suhu global turun hingga 1,2 derajat Celsius, dan suhu Bumi tidak normal hingga 1888.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait