Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Hujan Abu Anak Krakatau, Warga Serang Keluhkan Mata Perih dan Ganggu Sekolah

Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menghujan di kawasan pesisir Kabupaten Serang, Banten, sejak Sabtu malam (5/9/2026). Sebaran abu ini membuat warga mengalami mata perih, tenggorokan sakit, dan ketidaknyamanan saat beraktivitas di luar rumah. Warga Kampung Pasauran, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, mulai merasakan debu menumpuk sejak pukul 17.00 WIB, bahkan menempel di permukaan rumah dan membuat penggunaan motor tanpa helm terasa tidak nyaman. Beberapa warga juga terpaksa mengungsi ke daerah pegunungan karena khawatir dengan dampaknya.

Aktivitas belajar mengajar di sekolah juga terganggu akibat kondisi ini. Kepala SDN Pasir Menteng, Ajat Sudrajat, menyampaikan bahwa sebaran abu vulkanik mengganggu kesehatan warga, terutama ketika tidak memakai masker atau kacamata. Ia pun datang ke Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau untuk memperoleh informasi langsung agar dapat menjelaskan situasi kepada siswa dan wali murid. Akibatnya, kehadiran siswa di sekolah menjadi lebih sepi karena kecemasan warga terhadap lanjutnya erupsi.

Meskipun sebagian besar warga sudah terbiasa dengan suara gemuruh dan getaran erupsi, sejumlah warga tetap mengambil langkah untuk mengamankan diri. Kondisi ini menjadi sorotan karena dampaknya yang langsung pada kesehatan dan aktivitas harian penduduk di sekitar kawasan pesisir tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait