Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ide Gila Arab Saudi Tarik Gunung Es ke Gurun, Berhasil?

Pada tahun 1977, Arab Saudi mengusulkan ide yang terdengar mustahil: menarik gunung es raksasa dari Antarktika ke Semenanjung Arab sebagai sumber air tawar. Gagasan ini dipresentasikan dalam konferensi ilmiah internasional, yang disertai dengan demonstrasi pengiriman bongkahan es seberat dua ton dari Gletser Portage di Alaska ke Iowa State University menggunakan helikopter, pesawat, dan truk berpendingin, disaksikan oleh sekitar 200 peneliti dari 18 negara. Sebagai negara gurun dengan curah hujan yang sangat rendah, Saudi menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih, sehingga teknologi desalinasi yang dikembangkan pada tahun 1970-an masih terlalu mahal.

Karena sekitar 70% cadangan air tawar dunia tersimpan dalam lapisan es Antarktika, Pangeran Mohammed Al Faisal mengusulkan agar gunung es raksasa ditarik dengan kapal tunda menuju Laut Merah atau Teluk Arab, lalu dilelehkan secara bertahap sebagai sumber air minum, dengan harapan dapat memperbaiki iklim mikro di wilayah pesisir. Secara teori, gunung es mengandung air tawar dalam jumlah besar, tetapi memindahkannya melintasi lautan menimbulkan tantangan teknis yang kompleks: menghitung kecepatan pencairan, pengaruh arus laut dan angin, kebutuhan kapal penarik berkekuatan besar, dan kemungkinan membungkus gunung es dengan bahan isolasi. Para ilmuwan juga mengkhawatirkan risiko gunung es mencair sebelum mencapai tujuan dan dampak lingkungan terhadap suhu laut dan ekosistem setempat.

Pada akhirnya, proyek tersebut tidak pernah diwujudkan karena biaya yang sangat besar, tantangan teknis, dan ketidakpastian lingkungan yang membuatnya tidak layak secara ekonomi. Meskipun demikian, konsep memanfaatkan gunung es sebagai sumber air tawar kembali dibahas di tengah krisis air dan perubahan iklim, meskipun belum ada proyek berskala besar yang berhasil direalisasikan.

Berita terkait