Ilmuwan Ungkap Fakta Hajar Aswad Jatuh dari Surga, Begini Asal-Usulnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan modern berupaya menjelaskan asal-usul Hajar Aswad, batu suci yang tertanam di sudut Kabah, melalui kacamata sains. Salah satu hipotesis paling dikenal menempatkan batu ini sebagai bagian dari meteorit. Studi E. Thomsen (1980) mengaitkan Hajar Aswad dengan kawah tumbukan meteor di Wabar, Arab Saudi, yang ditemukan oleh peneliti Philby pada 1932. Kawah tersebut berdiameter lebih dari 100 meter, dengan pecahan meteorit yang berserakan di sekitarnya. Material yang tercampur meliputi nikel, besi, silika, dan kaca leluar, yang membentuk struktur fisik khas: bagian dalam putih dan lapisan luar hitam. Ciri fisik ini dianggap mirip dengan tampilan Hajar Aswad, di mana bintik-bintik putam yang tampak dianggap sebagai sisa kaca leluar dan batu pasir hasil benturan kosmik.
Secara teologis, masyarakat Islam meyakini bahwa Hajar Aswad awalnya berwarna putih bersih sebelum berubah hitam akibat dosa manusia. Namun, tidak semua ilmuwan setuju dengan teori meteorit. Beberapa mencatat bahwa karakteristik fisik Hajar Aswad tidak sepenuhnya cocok dengan meteorit biasa, seperti kemampuannya mengapung di air dan sifatnya yang tidak mudah hancur. Akhirnya, perdebatan ilmiah mengenai asal-usul sebenarnya Hajar Aswad masih berlanjut hingga kini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 12.30
Ilmuwan Lacak 7 Tahap Perjalanan Meteorit dari Antariksa hingga Jatuh ke Bumi
Berita terkait
Hajar Aswad Disebut Jatuh dari Surga, Peneliti Singkap Asal Usulnya
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 19.45
Kisah Penetapan Muharram sebagai Bulan Pertama Kalender Hijriyah
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 19.33
Mengapa Disebut Kalender Hijriyah? Adakah Hikmah di Baliknya?
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 14.01
Sejarah Kalender Hijriyah: Mengapa Umar bin Khattab Pilih Hijrah Nabi sebagai Awal Penanggalan Islam?
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 11.25