Indonesia Rawan Bencana, Pengamat Dorong Sistem Peringatan Dini Terhubung ke HP
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia perlu memperkuat Early Warning System (EWS) untuk menangani beragam bencana alam yang sering terjadi di kawasan Ring of Fire, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, dan kebakaran hutan. Menurut Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi, sistem peringatan dini saat ini masih bergantung pada mekanisme manual dan perlu dikembangkan menjadi sistem yang lebih canggih serta terintegrasi. Saat ini, informasi kebencanaan disampaikan melalui koordinasi antara lembaga terkait dengan operator telekomunikasi dan penyelenggara penyiaran, seperti pengiriman notifikasi ke ponsel dan tampilan running text di televisi. Namun, sistem ini belum optimal karena belum sepenuhnya terhubung dan terpusat. Heru menekankan bahwa pengembangan EWS nasional membutuhkan kolaborasi antara kementerian atau lembaga kebencanaan, operator seluler, dan lembaga penyiaran agar peringatan dapat sampai ke masyarakat lebih cepat dan melalui banyak kanal. Sistem ini juga perlu didukung dengan anggaran yang cukup untuk transformasi menjadi sistem yang lebih cerdas dan terintegrasi. DetikINET telah menghubungi Kementerian Komdigi terkait pengembangan EWS, namun belum mendapatkan respons resmi pemerintah hingga berita ini ditayangkan.
Bagikan
Berita terkait
Telkomsel Sebut BTS yang Terdampak Gempa NTT Telah Pulih 100%
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 11.55
Menkomdigi Pastikan 86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 09.21
200 BTS Seluler Terdampak Gempa M 7,7 di NTT, Ini Lokasinya
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 13.28
BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan di Flores, Aktivitas Diperkirakan Meluruh 21-30 Hari
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.10