Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ini Sebab Gerhana Matahari Total 12 Agustus Tak Terlihat di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak dapat dilihat dari Indonesia karena dua alasan utama: Indonesia tidak berada dalam jalur gerhana, dan fenomena ini terjadi saat Indonesia sudah berada dalam kondisi malam hari. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa wilayah yang dapat menyaksikan gerhana ini berada di belahan Bumi lain, meliputi Eropa, Rusia bagian utara, Afrika barat laut, hingga Amerika Utara.

Jadwal gerhana dimulai dengan fase Gerhana Sebagian pada pukul 15.34 UT (22.34 WIB), diikuti oleh fase Gerhana Total awal pada pukul 16.57 UT (23.57 WIB). Puncak gerhana terjadi pada pukul 17.45 UT, yang berarti pukul 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026, tepat ketika Indonesia berada dalam keadaan gelap. Gerhana berakhir sepenuhnya pada pukul 19.57 UT (02.57 WIB).

Secara astronomi, gerhana matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus pada fase Bulan Baru, sehingga Bulan menutupi seluruh piringan Matahari di wilayah yang dilintasi bayangan inti (umbra). Meskipun tidak dapat dilihat langsung, masyarakat Indonesia dapat mengikuti fenomena ini melalui kanal resmi NASA atau siaran langsung dari observatorium internasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait