Inti Bumi Ternyata Bergerak Mundur, Ini Dampaknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa inti dalam Bumi, bola padat besi dan nikel di kedalaman 5.000 km, mengalami perubahan kecepatan rotasi relatif terhadap mantel. Analisis gelombang seismik dari 121 gempa berulang antara 1991-2023 mengungkap bahwa inti dalam sempat mengalami super-rotasi (bergerak lebih cepat) pada 2003-2008, sebelum melambat dan tampak 'bergerak mundur' dari 2008 hingga 2023.
Fenomena ini bukan berarti inti Bumi berputar berlawanan arah, melainkan perubahan kecepatan relatif yang memengaruhi pertukaran momentum sudut antar lapisan Bumi. Dampaknya sangat kecil, hanya menyebabkan perubahan panjang hari dalam skala milidetik yang tidak terasa oleh manusia. Meskipun berkaitan dengan medan magnet yang dihasilkan inti luar, pergerakan ini lebih menjadi petunjuk dinamika internal Bumi yang kompleks, termasuk kemungkinan adanya siklus osilasi jangka panjang sekitar 70 tahun.
Bagikan
Berita terkait
Bumi Ternyata Tidak Bulat, Bentuknya Berubah Sedikit Demi Sedikit
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.30
3 Gunung Api Erupsi Pagi Ini: Gunung Ibu, Ili Lewotolok, dan Semeru
Detik.com · 11 September 2026 pukul 07.56
Ilmuwan Bingung Bumi Berputar Makin Cepat, Semua Komputer Bisa Kacau
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 20.30
Fakta-Fakta Bulan Kian Menjauhi Bumi, Dampaknya Dirasakan Manusia
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.30