Jadi Bangunan Cerdas, RS dan Pabrik Ini Mampu Tekan Cost dan Downtime
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sektor bangunan menyumbang 37% emisi CO2 global dan menjadi fokus mitigasi iklim. Indonesia menargetkan penurunan emisi 31,89% (domestik) hingga 43,20% (dengan dukungan internasional) pada 2030, didukung regulasi Bangunan Gedung Hijau dan Cerdas (BGC) via PP 16/2021 dan Permen PUPR 21/2021 yang mewajibkan konservasi energi 25% dan air 10%.
SMC Rumah Sakit Telogorejo (Semarang) menerapkan Building Management System (BMS) EcoStruxure Building Operation Schneider Electric. Sebelumnya penjadwalan manual HVAC dan kelistrikan justru menimbulkan kebocoran energi, naik 9% per tahun (2023-2024). Pasca-implementasi 2025, biaya listrik turun 5%, membalik tren kenaikan, serta waktu respons teknis terhadap anomali cepat 60% berkat peringatan otomatis dan visibilitas real-time.
Petrokimia Gresik mengadopsi EcoStruxure Transformer Expert (pemantauan transformator IoT), EcoStruxure Asset Advisor (diagnosis prediktif 24/7), dan EcoStruxure Geo SCADA Expert (monitoring lintas fasilitas real-time). Solusi ini mengurangi downtime, menyederhanakan pemeliharaan, meningkatkan keandalan listrik, dan mendorong transisi Industri 4.0. Schneider Electric menawarkan ekosistem terintegrasi: EcoStruxure Building Operation, Power Monitoring Expert, GRMS, Smart Panel, serta layanan asesmen EcoConsult untuk efisiensi energi berbasis data.
Bagikan
Berita terkait
Schneider Electric Luncurkan Kampanye Bangunan Modern Berkelanjutan
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 15.32
Standar Bangunan Hijau Dorong Efisiensi Industri Farmasi
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 00.42
Kemenkes Bangun 441 Rumah Sakit di Seluruh Kabupaten/Kota: Standar Layanan Sama
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 23.10
Bangun dan Revitalisasi 441 Rumah Sakit, Prabowo: Tidak Boleh Lagi Ibu Kehilangan Nyawa Karena Rumah Sakit Jauh
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.09