Jangan Asal Beli! Ini Casing HP yang Cocok untuk Pengisian Wireless Jadi Optimal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4489929/original/057482100_1688444654-dmitry-mashkin-6IRg5jLumAw-unsplash.jpg)
Teknologi pengisian daya nirkabel (wireless charging) hadir sejak 2009 pada Palm Pre, dipopulerkan Nokia Lumia 920 (2012) dengan standar Qi, dan diperluas Apple melalui MagSafe pada iPhone 12 (2020). Saat ini standar terbaru Qi2 dan MagSafe mendukung kecepatan hingga 25W. Namun, banyak produsen casing mengabaikan kompatibilitas pengisian nirkabel dalam desain mereka.
Casing terlalu tebal menghambat aliran energi dan mengperangkap panas, sedangkan unsur logam serta magnet tidak sejajar bisa memblokir pengisian sepenuhnya. Aksesoris seperti PopSockets menambah ketebalan dan berisiko memanaskan ponsel berlebih — pada Galaxy S25, panas terperangkap pernah melunakkan perekat bagian belakang. Casing dengan cincin magnet Qi2 berkualitas rendah juga berpotensi gagal mengunci posisi optimal.
Direkomendasikan casing bahan Thermoplastic Polyurethane (TPU) yang tipis dan tidak menghalangi transfer energi, terutama untuk flagship seperti Samsung Galaxy S26 Ultra yang memerlukan casing magnetik. Pilih produk dengan ulasi pengguna terverifikasi, jangan hanya mengandalkan klaim spesifikasi toko online.
Bagikan
Berita terkait
Keyboard ala BlackBerry Kembali, Bisa Dipasang ke Smartphone Modern
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.30
Diberhentikan Sementara, Febrie Adriansyah Masih Dapat Setengah Gaji
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 10.27
Pengacara Respons Rumah Febrie Adriansyah di Jaksel Digeledah Tim 9
CNN Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 20.10
Kejagung Periksa Saksi Baru Kasus Asabri dan Jiwasraya, Ada Dibawa ke LPSK
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 00.01