Jokowi Gabung PSI, Efriza: Prabowo tak Perlu Panik, tetapi Tetap Waspada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peneliti senior Citra Institute, Efriza, menilai langkah Joko Widodo membangun kekuatan politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum menjadi ancaman langsung bagi Partai Gerindra maupun Prabowo Subianto. Menurut Efriza, Gerindra tidak perlu panik karena PSI masih dalam tahap membangun organisasi dan perlu membuktikan kemampuan mengubah dukungan Jokowi menjadi suara elektoral di berbagai daerah.
Efriza menyarankan agar Partai Gerindra tetap waspada dengan fokus memperkuat mesin politik dan menjaga kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Konsolidasi internal partai dan pengawalan pemerintahan dinilai lebih prioritas dibandingkan merespons pergerakan PSI secara berlebihan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 16.39
Terbongkar Alasan di Balik Pamer KTA PSI! Hendri Satrio Sebut Jokowi Sengaja Incar Bandung: Itu Kandang Prabowo!
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.21
Alasan Jabar Jadi Tempat Jokowi Pamerkan KTA PSI, Ada Pesan ke Prabowo: 'Jangan Remehkan Saya, Saya di Kandangmu!'
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 16.00
Tak Masalah Kalau Jadi Ketum, Jokowi Nyatakan Akan Serius Besarkan PSI
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.48
Jokowi: Pergantian Kapolri Hak Prerogatif Presiden
Berita terkait
Jokowi Bangun Kekuatan dengan PSI, Ada Pesan Tersembunyi Buat Prabowo?
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.00
Dari Pidato Budi Arie hingga Deklarasi Lewat PSI: Jokowi Siap Berpisah dengan Prabowo
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 07.40
Ketua Harian PSI sebut Budi Arie itu Orang yang Frustasi, Coba Pecah Hubungan Prabowo-Jokowi
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 20.44
PSI Sebut Jokowi Sangat Tak Nyaman Dekat Ketum Projo Budi Arie: Ada Upaya Adu Domba dengan Prabowo
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 03.20