Judol Menggila Guncang Pasar Saham, Pemerintah Turun Tangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar prediksi (prediction market) yang dikelola platform seperti Polymarket dan Kalshi kini memperluas operasinya ke perdagangan saham Amerika Serikat, termasuk Tesla, Apple, dan Nvidia. Dalam setahun terakhir, platform ini menawarkan puluhan ribu kontrak terkait pergerakan saham dan peristiwa korporasi, menciptakan jalur spekulasi di luar aturan bursa teregulasi. Analisis blockchain Allium mencatat transaksi senilai lebih dari US$220 juta pada sekitar 31.000 pasar terkait ekuitas hingga awal September, dengan 60%nya pada saham individu. Para pakar khawatir pertumbuhan ini dapat mengganggu pasar saham tradisional dan sulit diawasi oleh regulator.
Regulator AS seperti SEC dan CFTC sedang meninjau aturan yang berlaku, meski keduanya enggan memberikan komentar rinci. Platform asing seperti Polymarket International meluncurkan pasar saham individu pada Oktober lalu dan mengklaim memantau pelanggaran serta memblokir pengguna AS dari versi internasionalnya. Para trader memasang taruhan "ya" atau "tidak" terkait apakah saham akan mencapai harga tertentu pada tanggal tertentu, dengan perdagangan 24 jam penuh tanpa batasan seperti di bursa konvensional.
Para ahli, termasuk Yesha Yadav dari Vanderbilt University Law School, memperingatkan bahwa inovasi ini menghadirkan risiko baru bagi stabilitas pasar. Mereka menyerukan agar regulator segera bertindak untuk mengatur produk baru ini agar tidak mengganggu integritas pasar keuangan AS.
Bagikan
Berita terkait
Raja Judol Perang Melawan Pemerintah, Tak Terima Disebut Bisnis Ilegal
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 14.10
China Mulai Rem Demam Robot Humanoid, Ada Apa?
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.30
Ekonomi Digital Makin Besar, Aturan Pasar Perlu Ikuti Perubahan
Detik.com · 5 September 2026 pukul 11.44
Cari Cuan dari Pidato Presiden, Staf Ini Kena Denda Rp1 M
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 19.00