Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Judol Menggila Guncang Pasar Saham, Pemerintah Turun Tangan

Pasar prediksi (prediction market) yang dikelola platform seperti Polymarket dan Kalshi kini memperluas operasinya ke perdagangan saham Amerika Serikat, termasuk Tesla, Apple, dan Nvidia. Dalam setahun terakhir, platform ini menawarkan puluhan ribu kontrak terkait pergerakan saham dan peristiwa korporasi, menciptakan jalur spekulasi di luar aturan bursa teregulasi. Analisis blockchain Allium mencatat transaksi senilai lebih dari US$220 juta pada sekitar 31.000 pasar terkait ekuitas hingga awal September, dengan 60%nya pada saham individu. Para pakar khawatir pertumbuhan ini dapat mengganggu pasar saham tradisional dan sulit diawasi oleh regulator.

Regulator AS seperti SEC dan CFTC sedang meninjau aturan yang berlaku, meski keduanya enggan memberikan komentar rinci. Platform asing seperti Polymarket International meluncurkan pasar saham individu pada Oktober lalu dan mengklaim memantau pelanggaran serta memblokir pengguna AS dari versi internasionalnya. Para trader memasang taruhan "ya" atau "tidak" terkait apakah saham akan mencapai harga tertentu pada tanggal tertentu, dengan perdagangan 24 jam penuh tanpa batasan seperti di bursa konvensional.

Para ahli, termasuk Yesha Yadav dari Vanderbilt University Law School, memperingatkan bahwa inovasi ini menghadirkan risiko baru bagi stabilitas pasar. Mereka menyerukan agar regulator segera bertindak untuk mengatur produk baru ini agar tidak mengganggu integritas pasar keuangan AS.

Berita terkait