Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Kekeringan, Sri Lanka Kirim 3 Biksu Terbang Berdoa Dekat Langit

Angkatan Udara Sri Lanka menerbangkan tiga biksu terbang pada malam hari tanggal 19 September 2026 untuk memanjatkan doa agar hujan turun di wilayah yang terdampak kekeringan. Ritual ini dilakukan sebagai simbol kepedulian pemerintah menghadapi ancaman kekeringan parah akibat fenomena El Nino. Saat penerbangan, personel angkatan udara juga memercikkan air suci dari botol plastik berukuran lima liter. Pesawat jenis Y-12 digunakan untuk mengangkut para biksu tersebut. Kementrian Meteorologi Sri Lanka memperingatkan bahwa negara berpotensi mengalami kekeringan parah sekaligin hujan lebat hingga akhir tahun. Fenomena El Nino yang sedang terjadi dianggap sebagai salah satu terburuk dalam sejarah. Di Taman Nasional Yala, dua dari enam blok kawasan ditutup untuk pengunjung akibat kekeringan. Ahli cuaca memperkirakan kondisi kering akan berubah menjadi hujan lebat mulai akhir September hingga Desember 2026, namun diikuti kekeringan berkepanjangan pada awal 2027. Sejumlah waduk air, termasuk yang memasok pembangkit listrik tenaga air, saat ini terisi sekitar 50%, lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sri Lanka sebelumnya juga pernah menggelar ritual keagamaan serupa ketika cadangan air untuk pembangkit listrik tenaga air menipis. El Nino adalah fenomena iklim alami yang meningkatkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik khatulistiwa, berpotensi mengubah pola angin dan curah hujan. Perubahan iklim akibat aktivitas manusia juga dapat memperkuat dampak El Nino dengan meningkatkan energi dan uap air yang tersedia untuk memicu cuaca ekstrem.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait