Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

7 Provinsi Kena Peringatan BMKG Siaga 1 Efek Panas Mendidih Kemarau

BMKG mengumumkan bahwa puncak intensitas El Nino akan melampaui kategori kuat dan diprediksi bertahan hingga awal tahun 2027. Upaya mitigasi difokuskan pada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta respons cepat dan terintegrasi untuk mengantisipasi lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan. Data dari analisis atmosfer Juli 2026 mengonfirmasi El Nino kuat, dengan indeks SSTA di region Nino3.4 sebesar +2,45.

Hingga Dasarian III Juli 2026, sebanyak 73,8% wilayah Indonesia (516 Zona Musim) sedang mengalami musim kemarau. Curah hujan untuk periode Agustus 2026 diprediksi rendah, umumnya di bawah 50 mm per dasarian di banyak pulau. Ribuan titik mencatat hari tanpa hujan panjang, dengan yang terpanjang mencapai 90 hari di Bantul, Yogyakarta.

BMKG merekomendasikan langkah konkret bagi berbagai sektor, termasuk strategi penanaman bagi petani, pengelolaan air baku dan energi, kewaspadaan kesehatan terhadap risiko ISPA dan DBD, serta peningkatan kesiapsiagaan kehutanan untuk karhutla. Sektor perikanan dapat memanfaatkan fenomena upwelling untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait