Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

El Nino Datang Lebih Cepat, Kepala BMKG Jelaskan Penyebabnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa fenomena El Nino kini muncul lebih cepat dibandingkan pola sebelumnya yang biasanya terjadi setiap empat tahun. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa percepatan ini dipengaruhi oleh anomali iklim global akibat perubahan iklim. Indonesia pernah mengalami El Nino kuat pada 2015, kemudian 2019, 2023, dan kini kembali muncul pada 2026. Faisal menegaskan bahwa kemunculan El Nino tidak dapat diprediksi secara matematis karena dipengaruhi dinamika iklim global yang terus berubah.

BMKG mencatat kondisi El Nino tahun ini berkembang lebih cepat dari perkiraan awal. Pada Maret 2026, fenomena ini diperkirakan hanya berada pada kategori moderat. Namun, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada 2 Juni 2026 menetapkan El Nino telah aktif, dan analisis BMKG pada periode Mei-Juni-Juli 2026 menunjukkan intensitasnya telah masuk kategori kuat dengan nilai plus 1,59.

El Nino merupakan fenomena iklim global yang ditandai pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuatorial. Ketika bertepatan dengan musim kemarau, fenomena ini menyebabkan curah hujan berkurang sehingga musim kemarau menjadi lebih kering dan panjang. BMKG memperkirakan dampaknya paling terasa pada Agustus hingga September 2026, dengan curah hujan rendah hingga sangat rendah di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, Sumatra selatan, dan Papua Selatan. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak beberapa bulan sebelumnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait