Kelola Ribuan Dokumen, Digitalisasi Perjanjian Jadi Kebutuhan Enterprise
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seiring ekspansi bisnis dan peningkatan unit usaha, banyak perusahaan menghadapi volume perjanjian yang terus bertambah, mulai dari purchase order, kontrak vendor, hingga dokumen karyawan. Pola kerja yang masih mengandalkan email, folder bersama, spreadsheet, dan aplikasi tanda tangan terpisah berpotensi menciptakan antrean pekerjaan yang tidak efisien.
Menurut CEO Mekari, Suwandi Soh, perusahaan besar kini tidak hanya ingin menggantikan tanda tangan basah, tetapi juga membutuhkan proses perjanjian yang terintegrasi dalam sistem bisnis yang sudah digunakan. Proses perjanjian harus terhubung mulai dari tahap persiapan hingga eksekusi.
Mekari Sign menawarkan solusi digital agreement dengan empat kapabilitas utama: Document Templates untuk standarisasi format perjanjian, Bulk Upload untuk mengunggah banyak dokumen sekaligus, Bulk Signing untuk memproses penandatanganan massal, dan Open API untuk integrasi sistem. Solusi ini ditujukan bagi perusahaan yang menangani ratusan hingga ribuan perjanjian rutin, dengan keuntungan hilangnya kebutuhan bekerja di luar sistem.
Bagikan
Berita terkait
Kadin Indonesia dan Singapura Kerja Sama Bantu UMKM Tembus Pasar ASEAN
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 18.45
Pengamat dorong digitalisasi BBM subsidi untuk tekan beban APBN
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 16.09
Komisi I DPRD Jawa Barat Dorong Digitalisasi Desa, Pilkades Enam Kabupaten Dimatangkan
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.55
Kementerian Perdagangan Siapkan ASN Hadapi Era AI Lewat Trade CorpU
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 14.45