Pengamat dorong digitalisasi BBM subsidi untuk tekan beban APBN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat CESS Ali Ahmudi menuntut digitalisasi penyaluran BBM subsidi agar real-time dan dapat memantau lonjakan konsumsi tidak wajar. Dengan pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi ke subsidi akibat perbedaan harga, kuota subsidi bisa habis cepat, menambah beban APBN bila ditambah secara otomatis. Ia mengusulkan penggunaan data aplikasi seperti My Pertamina untuk verifikasi konsumsi regional dan perencanaan kuota berdasarkan pertumbuhan penduduk serta aktivitas ekonomi. Digitalisasi diharapkan menjadi bagian reformasi pengelolaan subsidi energi untuk efisiensi anggaran negara. Sementara itu, Menteri ESDM proyeksikan konsumsi pertalite melebihi kuota APBN 2026 akibat peralihan dari Pertamax ke pertalite pasca-kenaikan harga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 10.20
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026!
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 16.12
Subsidi Energi dan Kompensasi Bisa Tembus Rp700 Triliun, Bagaimana Kondisi APBN?
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 15.50
Wamen ESDM Sebut Pertamax Ikut Harga Pasar
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 15.49
Harga Pertamax Green dan Turbo Naik, Apakah Pertamax Bakal Nyusul?
Berita terkait
Realisasi BBM Subsidi Berpotensi Lampaui Kuota, Solar Diprognosa Jebol 9,4%
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 17.20
Prabowo Larang Bahlil Naikkan Harga Pertalite dan Solar
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.06
Hadir di GIIAS 2026, Pertamina Patra Niaga Bawa Solusi Energi Dukung Industri Otomotif
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 13.45
Wamen ESDM Wanti-wanti Anggaran Subsidi Energi Bisa Jebol hingga Rp300 Triliun
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.43