Kenapa Pluto Tak Pernah Mungkin Kembali Jadi Planet Lagi?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

International Astronomical Union (IAU) mengubah definisi planet pada 2006, mengharuskan tiga kriteria: berbentuk hampir bulat, mengorbit Matahari, dan telah 'membersihkan' orbitnya. Pluto gagal memenuhi kriteria ketiga karena wilayya orbitnya yang jauh dari Matahari membuatnya sulit membersihkan jalur orbit. Akibatnya, Pluto diturunkan statusnya menjadi 'planet katai' bersama Ceres dan Eris. Keputusan ini disahkan dengan suara mayoritas, namun masih menimbulkan kontroversi hingga kini. Para penentang mengkritik proses pemungutan suara yang dilakukan di hari terakhir konferensi dan di luar AS. Selama dua dekade, tidak ada upaya serius dari IAU untuk meninjau ulang keputusan ini. Tekanan dari luar, seperti petisi daring dan dukungan legislator AS, justru berisiko membuat komunitas astronom semakin kukuh mempertahankan keputusan tersebut. Untuk mengembalikan status Pluto, diperlukan definisi ilmiah baru yang bisa mengakomodasi Pluto tanpa mengorbankan logika keilmuan.
Bagikan
Berita terkait
Mengapa Publik Begitu Peduli Ketika Pluto Kehilangan Status Planetnya?
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 12.45
20 Tahun Reklasifikasi Pluto: Haruskah Julukan Planet Kembali Disematkan?
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 10.42
Nitrogen Cair Ditemukan di Pluto, Ilmuwan Ungkap Misteri di Balik Fenomena ini
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 22.50
NASA Ungkap Pengaruh Aktivitas Matahari terhadap Bumi dan Iklim di Masa Lalu
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 22.25